Kamis, 31 Maret 2016

Go Hijrah!

Bismillahirrohmanirrohim..
'hijrah' menurut saya pribadi adalah suatu proses yang sangat panjang untuk memperbaiki diri semata-mata hanya unutk mendapatkan cinta dan ridha-Nya. proses yang menurut saya sangat sulit dilakukan oleh muda-mudi khususnya, bukan hanya sulit untuk memulainya tetapi unutk tetap bertahan on the track. bayangkan saja, begitu gemerlapnya kehidupan masa muda, banyak godaan, banyak kemudahan, banyak yang membuat nymana tetapi semua itu juga berujung pada banyaknya efek dosa yang bisa kita dapatkan, tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak, dan hidayah itu datangnya ga bisa diduga, ga ngasih notification apapun tetapi atas izin Allah hidayah akan mengetuk pintu hati hambaNya melalui perantara yang tidak diduga-duga. 
Pada dasarnya setiap muslim memiliki kecenderungan untuk berhijrah, karena suatu perbuatan dosa pasti akan menimbulkan gejolak internal di dalam hati kita, hanya saja memang kebanyakan perbuatan dosa itu memudahkan dan membuat kita nyaman. kebayang dong gimana sulitnya menjadi seorang hamba yang 'lurus' di zaman sekarang?gak heran jika Allah memberikan balasan yang begitu besar untuk hamba-hambanya yang bertakwa alias yang hidupnya "lurus".
Langsung aja nih, kita akan coba belajar tips and tricks berdasarkan pengalaman pribadi, meskipun saya sendiri masih sangat sedikit ilmunya dan masih belajar tetapi ga ada salahnya dong kalau kita mau sharing-sharing pengalaman?Tips hijrah yang pertama buat kita semua anak muda yang masih mencari jati diri, atau masih labil, atau masih belum menjadi muslim yang baik plus progresif plus produktif dan lain sebagainya adalah niatkan dalam diri kita untuk berusaha menjadi seorang hamba Allah yang lebih baik dan lebih soleh lagi. sama-sama kita tau, kekuatan niat itu luar biasa dan niat merupakan langkah yang paling utama bagi kita untuk melakukan apapun dan di dalam niatlah terdapat kekuatan yang sangat besar. Nah niat juga jangan sembaran niat, artinya niatkan "hijrah" mita semata-meata untuk mendapatkan cinta dan ridha Allah SWT semata, bukan untuk seseorang yang kita kagumi, bukan untuk mendapatkan warisan orang tua, atau bahkan bukan untuk dapat perhatian calon mertua. Niatkanlah diri kita untuk "berhijrah" karena Allah dan untuk Allah. Setelah niat sudah benar, hal yang selanjutnya adalah memohon ampun atas segala kesalahan dan kekhilafan kita selama ini atau lebih simplenya lagi adalah bertaubat. Ini adalah saat yang paling asik dan sulit. kenapa?menjadi sangat asik karena kita bisa menyesali kesalahan dan kekhilafan kita, dan itu adalah nikmat yang sangat luar biasa. Bayangkan berapa banyak orang-orang yang masih terlena dengan perbuatan-perbuatan dosa mereka? dan mengapa menjadi yang paling sulit?karena kita harus komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan dan kekhilafan kita lagi, bukankah hal itu sangat sulit?tapi tenang jika kita sudah niat dan senantiasa memohon pertolongan dari Allah serta melakukan beberapa tips di selanjutnya inshaAllah kita bisa (atas izin Allah). Oke tips and tricks yang ke-tiga adalah menambah wawasan keislaman secara kontinyu. Zaman sekarang, belajar itu sangat mudah,banyak sekali medianya. Bisa lewat buku, hadir di kajian-kajian, bisa dari youtube, dan lain-lain. sempatkanlah membaca buku setiap harinya walaupun hanya sebentar, hadir di majelis-majelis ilmu walaupun tidak sering, streaming kajian di youtube kan juga sekarang gampang banget guys. Karena dengan menambah wawasan keislaman kita akan semakin semangat untuk "berhijrah" karena kita akan lebih banyak tau lagi keutamaan "berhijrah". Kita juga akan semakin paham apa saja yang dilarang dan apa saja yang diperbolehkan, dan lain sebagainya. tips selanjutnya adalah menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Ini sangat penting, sebisa mungkin manfaatkan waktu luang kita untuk melakukan sesuatu yang produktif dan positif karena kalau kita nganggur godaan syaitan dalam bentuk apapun itu sangat sulit dibendung. Bukan menjadi sok sibuk, tetapi mencoba memanfaatkan waktu yang ada untuk kegiatan-kegiatan positif dan produktif. Dan yang terakhir adalah berkumpul lah dengan orang-orang yang saleh. Zaman sekarang, komunikasi gak harus ketemu. Kita bisa berkumpul dengan orang-orang lewat group fb, line, whatsapp, bbm dan lain-lain. Tujuan dari berkumpul dengan orang-orang saleh adalah agar kita bisa saling mengingatkan satu sama lain dalam hal kebaikan selain itu juga bisa menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki diri menjadi muslim yang lebih baik lagi.
Masa muda memang masa yang sangat menggiurkan, masa untuk bersenang-senang, tertawa dengan teman sebaya, menikmati perkembangan zaman, tetapi ingatlah pemuda yang sudah mengukir sejarah tidak menghabiskan masa mudanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Ir. Soekarno di masa mudanya sudah menemani mentornya hoes cokroaminoto untuk keliling Indonesia membangun gerakan-gerakan pejuang kemerdekaan. Muhammad Al-fatih di masa mudanya dihabiskan untuk berlatih perang, menuntut ilmu, memimpin gerakan solat berjamaah dan membangun peradaban islam. Ali bin Abi Thalib r.a di masa mudanya sudah menjadi rujukan para sahabat karena wawasan keilmuannya yang luar biasa luasnya. Sesungguhnya hidup memang sebuah pilihan, tapi ingatlah bahagia di dunia dan akhirat juga merupakan sebuah pilihan. sekarang, buatlah pilihan yang tepat sesegera mungkin, karena usia kita tidak ada yang bisa menjamin guys!

Senin, 14 Maret 2016

Introduction of Welding (Pengelasan)

Pengelasan adalah proses penyambungan dua logam dengan memanfaatkan panas baik temperatur  pemanasan di atas titik lebur logam atau di bawah titik lebur logam, baik menggunakan tekanan atau tidak menggunakan tekanan, baik menggunakan filler (elektroda) atau tidak menggunakan elektroda. untuk temperatur pengelasan jika objek las yang digunakan adalah pure metal atau logam murni maka temperatur pemanasan di atas temperatur lebur logam tersebut, tetapi jika logam objek las yang digunakan berupa alloy atau paduan maka temperatur yang digunakan di bawah titik lebur logam alloy tersebut. 
seperti diagram equilibrium milik baja di atas, jika berupa paduan maka temperatur yang digunakan berada pada FZ(Fusion Zone). berada di atas temperatur 910 derajat celcius. artinya temperatur masih berada di bawah garis liquidus.
sedangkan jika logam las yang digunakan berupa pure metal, seperti diagram di atas berupa 100% logam besi (Fe) maka temperatur las yang digunakan berada di atas titik lebur dari logam tersebut. jika besi memiliki titik lebur 1535 derajat celcius maka temperatur pengelasan harus berada di atas temperatur lebur besi.
sedangkan pengaruh proses las terhadap sisi metalurgi pada logam las dapat diuraikan menjadi tiga kategori, yaitu fusion zone (FS), HAZ (Heat affected zone), dan base metal. ketiga kategori ini memiliki kriteria yang berbeda-beda berdasarkan struktur, temperatur yang diterima, dan sifat mekanik. Fusion zone sendiri adalah daerah dimana terjadinya proses las, artinya fusion zone merupakan daerah logam yang menerima temperatur yang paling tinggi sehingga filler mengisi rongga logam yang ingin dilas. karena daerah ini berisikan filler atau elektroda maka daerah ini memiliki sifat mekanik yang berbeda dengan logam las aslinya oleh karena itu seorang welder harus menentukan filler yang tepat agar didapatkan sifat meknaikn yang tida jauh berbeda atau memiliki kemiripan. daerah selanjutnya adalah HAZ atau heat affected zone artinya zona adalah zona yang mendapatkan pengaruh akibat panas yang diberikan pada welding zone (fusion zone). daerah ini bisa memiliki kecenderungan memiliki sifat dan struktur yang berbeda dengan base metal untuk mengatasinya perlu dilakukan pro heat dan post heat untuk mendapatkan sifat dan struktur yang tidak berbeda dengan base metal. daerah selanjutnya adalah base metal artinya daerha ini tidak mendapatkan pengaruh apapun akibat proses las sehingga tidak terjadi perubahan baik dari struktur mikro ataupun sifat mekaniknya.
ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengelasan:
  • weld ability (mampu las)
  • welder skill
  • kapasitas mesin las
  • K3 dari proses las itu sendiri
kode pada filler memiliki arti tersendiri di setiap digit:
contohnya E 7016
2 digit pertama (70) memiliki arti kekuatan uji tarik dari jenis filler atau elektroda tersebut sebesar 70 Mpa
digit ke-3 (1)   memiliki arti posisi las artinya pengelasan all position
digit ke 4 (6) kuantitas hydrogen, kode 1,6, dan 8 artinya kandungan hidrogen rendah. jumlah hidrogen yang terlalu banyak tidak diinginkan karena menyebabkan cacat jenis cold crack.

Minggu, 21 Februari 2016

Baja Karbon (Carbon Steel)

Baja pada dasarnya adalah paduan besi-karbon. Selain terdiri dari besi dan karbon biasanya juga mengandung sejumlah unsur lain, sebagian berasal dari pengotoran pada bijih besi (misalnya belerang dan phosphor), yang biasanya kadarnya akan tekan serendah mungkin, sebgaian lagi unsur yang digunakan pada proses pembuatan besi atau baja (misalnya silicon dan mangan). Di samping itu seringkali juga sejumlah unsur paduan sengaja ditambahkan ke dalam baja untuk memperoleh sifat tertentu. Mengingat hal ini maka dapat dibayangkan bahwa jenis baja akan sangat banyak.
Baja karbon rendah (low carbon steel), kadar karbon sampai 0,30%, sangat luas pemakaiannya, sebagai baja konstruksi umum, untuk baja profil rangka bangunan, baja tulangan beton, rangka kendaraan, mur baut, pelat, pipa dan lain-lain. Strukturnya terdiri dari ferrit dan sedikit perlite, sehingga baja ini kekuatan relative rendah, lunak, tetapi keuletannya tinggi, mudah dibentuk dan dimachining. Baja ini tidak dapat dikeraskan (kecuali dengan pengerasan permukaan). Ada juga yang membagi lagi kelompok ini, yang kadar karbonnya sangat rendah, kurang dari 0,15%, sebagai dead mild steel, yang biasanya digunakan untuk baja lembaran, besi beton, besi strip dan lain-lain.
Baja karbon menengah (medium carbon steel), kadar karbon 0,30-0.70%. masih terdiri dari ferrit dan perlit juga, dengan perlit cukup banyak, sehingga baja ini lebih kuat dan keras serta dapat dikeraskan, tetapi getas. Banyak digunakan untuk konstruksi mesin, seperti poros, poros engkol, batang torak, roda gigi, pegas dan lain-lain, yang memerlukan kekuatan dan ketangguhan yang lebih tinggi.

Baja karbon tinggi (High carbon steel), kadar karbon lebih dari 0.70%, lebih kuat dan lebih keras lagi, tetapi keuletan dan ketangguhannya rendah. Baja ini terutama digunakan untuk konstruksi mesin yang memerlukan kekuatan lebih tinggi, serta untuk perkakas, yang biasanya memerlukan sifat tahan aus, misalnya untuk gunting, mata bor, reamer, tap dan perkakas tangan yang lain. (Suherman, 1999).

Amal Jama'i

Amal jamai secara etimologi memiliki arti sebagai berikut:
Amal adalah perbuatan sedangkan jama’I adalah jamaah atau bersama-sama jadi secara etiomologi atau secara definisi bahasa amal jama’I adalah suatu amal atau perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama (berjamaah). Sedangkan secara istilah Al-‘amalul al-jamaa’i berarti bekerja sama berdasarkan kecepakatan dan bekerja bersama-sama sesuai tugas yang diberikan untuk memantapkan amal. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Al-‘amalul al-jamaa’i merupakan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan hasil kesepakatan dalam hal kebaikan dengan memanfaatkan potensi masing-masing anggotanya untuk memaksimalkan amal atau perbuatan tersebut untuk merealisasikan cita-cita yang mulia. Adapun perintah Allah untuk beramal jamai terdapat dalam beberapa ayat sebagai berikut:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. 3:103-104)
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S. 18:28)
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Q.S. 61:4)
Dari berbagai potongan ayat di atas sesungguhnya Allah lebih mencintai hambaNya yang beramal soleh secara berjamaah atau bersama-sama. Dan Allah melarang kita untuk bercerai berai karena perpecahan hanya akan membuat Al-islam semakin jauh dari kejayaan. Sejarah sudah membuktikan bagaimana Rasulullah SAW beramal secara berjamaah bersama para sahabat sehingga terbentuklah pemerintahan di kota madinah yang berlandaskan syari’at islam yang kemudian kejayaan Al-islam tersebar luas ke berbagai penjuru dunia tidak hanya di jazirah arab saja. Coba kita bayangkan seandainya Rasulullah SAW tidak berjuang secara berjamaah maka apa yang akan terjadi? Maka dari itu hal yang pertama RAsulullah SAW lakukan untuk mensyiarkan islam dan menyerukan orang-orang untuk beraqidah islam adalah mengumpulkan orang-orang potensial seperti Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin ABi thalib r.a,  Usman bin Affan, dan sebagainya kemudian Rasulullah SAW memanfaatkan potensi masing-masing sahabt untuk berkontribusi secara maksimal bagi Al-islam sehingga sampailah islam ke lubuk Hati kita.
            Mengapa amal jamai menjadi sangat penting dalam berupaya menegakkan syari’at?berikut ini adalah urgensi dari amal jama’I secara singkat:
·         Dustur Illahi, seperti yang Allah perintahkan dalam QS:3:104
·         Tabi’at alam, coba kita saksikan adakah makhluk hidup yang mampu hidup hanya sebatang kara?
·         Cara yang efektif, beramal jama’I adalah cara yang efektif baik dalam berdakwah kepada sesame ataupun beramal karena tentunya sesuatu yang dikerjakan bersama-sama memiliki keutamaan tertentu.
·         Saling menguatkan, jika berjamaah bersama orang-orang yang solih maka akan saling mengingatkan dan saling menguatkan QS:Al-Maaidah:2
·         Lebih dicintai Allah SWT QS:As-shaaf:4

Ada beberapa ciri yang mengindikasikan bahwa gerakan atau amalan yang dilakukan adalah amal jama’I, diantaranya adalah:
·         Aktivitas yang dijalankan haruslah keputusan jama’ah, artinya jika dilakukan oleh sebuah lembaga misalnya LDJ, HIMA, BEM haruslah hasil keputusan syuro atau rapat.
·         Memiliki susunan jama’ah atau lembaga yang jelas, dan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan haruslah rapih dan terprogram. Tujuannya diangkatn seorang pemimpin jama’ah (ketua) adalah semata-mata untuk memudahkan gerak dari jama’ah itu sendiri untuk mencapai tujuan jama’ah dan menerapkan ajaran-ajaran islam.
·         Seluruh kegiatan yang dilakukan semata-mata hanya mengharap Ridho Allah SWT
Oleh karenanya kita sebagai seorang muslim haruslah bergerak bersama jama’ah, berhimpun dengan orang-orang salih, untuk saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lain. Kewajiban seorang hamba didunia ada dua, kewajiban untuk beribadah kepada Allah dan kewajiban untuk mensyiarkan agama Allah, artinya kita memang diwajibkan untuk beramal jama’i dalam rangka mensyiarkan agama islam hingga raga dan jiwa kita memang sudah tidak sanggupn lagi untuk mengemban amanah tersebut.

Wallohua’lam..

Zaid bin Tsabit

Zaid bis tsabit termasuk golongan kaum anshar (masyarakat madinah). Sewaktu Rasulullah SAW sampai ke madinah usia zaid bis tsabit masih 11 tahun. Beliau memeluk agama islam bersama-sama dengan keluarganya. Meskipun usianya masih sangat kecil, tetapi beliau merupakan sosok yang luar biasa kesolihan, kecerdasan, dan keberaniannya. Pada satu kesempatan zain bin tsabit pernah dibawa oleh ayahnya menghadap Rasulullah SAW untuk meminta izin agar diikutkan dalam perang badar, namun Rasululah SAW tidak mengizinkan karena usianya yang masih kecil. Tidak menyerah sampai disitu, ketika umat islam sedang bersiap untuk perang uhud, zaid bin tsabit bersama rekan-rekan sebayanya menghadap Rasulullah SAW sambil mengiba agar diikutsertakan dalam barisan pasukan mujahidin untuk berperang diperang uhud. Tetapi Rasulullah masih belum mengizinkan zaid bin tsabit untuk bergabung karena usianya yang belum cukup dewasa dan fisiknya yang masih kecil tetapi Rasulullah berjanji untuk mengikut sertakan zaid bin tsabit diperang umat islam yang selanjutnya. Akhirnya zaid bin tsabit mampu bergabung dengan pasukan mujahidin untuk berperang pada perang khandaq, tahun 5 H.
keimanan zaid tumbuh sangat pesat dan menakjubkan, karena zaid dianugerahkan oleh Allah otak yang sangat cerdas sehingga ia mampu menghafal al-qur’an, menjadi notulen bagi Rasulullah disaat wahyu diturunkan. Ketika rasulullah mulai berekspansi keluar kota madinah, rasulullah mengirimkan surat kepada raja-raja, dan sebelum itu Rasulullah mempercayai zaid untuk belajar bahasa para raja-raja. Dalam waktu yang singkat zaid mampu menguasi bahasa para raja seperti yang diamanahkan oleh Rasulullah SAW. Berkat kerja kerasnya, kesalihannya, kecerdasannya sehingga zaid bin tsabit pernah diamanahkan sebagai ketua dewan peradilan, ketua dewan fatwa, ketua tim pembaca al-qur’an, dan ketua tim pembagi harta warisan. Karenanya ibnu abbas begitu menghormati zaid meskipun zaid lebih muda usianya dibandingan ibnu abbas.
Al-qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, selama kurang lebih 21 tahun. Setelah semua ayat alqur’an telah selesai diturunkan, Rasulullah membacakannya kepada kaum muslimin secara tersusun ayat demi ayat, surat demi surat. Setelah Rasulullah wafat, kaum muslimin disibukkan dengan peperangan, sehingga mengakibatkan banyaknya korban jiwa khususnya dari para penghafal al-qur’an. Oleh sebab itu, umar bin khattab berinisiatif menghadap abu bakar as-shiddiq mengusulkan agar al-qur’an dibukukan sebelum semua penghafal qur’an gugur menjadi syuhada. Setelah meminta petunjuk kepada Allah SWT dan berdiskusi dengan para sahabat khalifah Abu bakar As-shiddiq memutuskan untuk mengamanahkan zaid bin tsabit untuk menghimpun Al-qur’an dan dibantu oleh para penghafal al-qur’an lainnya.  Zaid menjalankan amanah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, semata-mata untuk menjaga izzah dan masa depan agama islam itu sendiri. Ia kumpulkan ayat demi ayat, surat demi surat, lembaran demi lembaran bersama para penghafal lainnya dengan sangat teliti hingga akhirnya seluruh ayat dan surat terkumpul dengan rapih. Zaid mendeskripsikan tugas yang diamanahkan kepadanya seperti berikut. “Demi Allah, seandainya mereka memintaku untuk memindahkan gunung dari tempatnya, itu lebih mudah bagiku daripada menghimpun Al-Qur’an”.
Jasa zaid untuk agama ini sangatlah besar, usianya yang masih muda tidak dijadikan alas an untuk menyia-nyiakan waktu yang ia miliki. Tidak ada kecintaan yang melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bisa kita bayangkan berapa banyak pahala yang zaid hasilkan, karena setiap huruf yang dibaca oleh umat muslim maka mengalir kebaikan kepadanya. Subhanallah, alangkah bagaianya menjadi zaid bin tsabit, kisah ini bias kita jadikan ibroh serta motivasi bagai kita semua untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, khususnya mempelajari agama islam ini, bersemangat dalam menyambut panggilan jihad, dan mengaplikasikan amalan-amalan yang sudah zaid lakukan, agar aka nada banyak zaid zaid lainnya di seluruh penjuru dunia untuk meninggikan agama islam ini.

Wallohua’lam…

Husnudzon (Berprasangka Baik)


Secara etimologi khusnudon berasal dari kata hasan (baik) dan dzon (prasangka) artinya berprasangka baik. Sedangkan secara istilah husnudzon adalah berprasangka terhadap takdir Allah SWT dan berprasangka baik terhadap makhluk-makhluk Allah SWT. Orang yang memiliki sifat husnudzon tidak akan mudah menyalahkan atau menuduh orang lain untuk menutupi kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri. Husnudzon juga akan senantiasa menghadirkan rasa ketenangan di dalam hati kita ketika suatu musibah menimpa kita, sehingga akan mentarbiyah diri kita untuk menjadi lebih dewasa.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS:Al-Hujurat:12)
Adapun jenis-jenis dari husnudzon akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
·         Husnudzon terhadap Allah SWT
Berprasangka baik kepada Allah terhadap nikmat apa saja yang Allah berikan kepada kita, hal ini akan menjadikan kita sebagai hamba yang selalu bersyukur.
·         Husnudzon terhadap diri sendiri
Artinya senantiasa husnudzon terhadap semua bakat dan potensi yang kita miliki, karena kita adalah sebaik-baiknya ciptaan. Hal ini akan membuat kita menjadi lebih percaya diri dan semangat dalam beraktivitas sehari-hari
·         Husnudzon terhadap sesama manusia
Artinya berhusnudzon terhadap sikap dan perilaku saudara kita, hal ini akan membangun pondasi ukhuwah yang sangat baik dan mencegah terjadinya konflik-konflik yang mengarah pada permusuhan.

Ibnu qoyyim pernah berkata:
Telah nampak jelas perbedaan antara husnudzan dengan ghurur (tipuan). Adapun Husnuzan, jika ia mengajak dan mendorong beramal, membantu dan membuat rindu padanya: maka ia benar. Jika mengajak malas dan berkubang dengan maksiat: maka ia ghurur (tipuan). Husnuzan adalah raja' (pengharapan). Siapa yang pengharapannya mendorongnya untuk taat dan menjauhkannya dari maksiat: maka ia pengharapan yang benar. Sedangkan siapa yang kemalasannya adalah raja' dan meremehkan perintah: maka ia tertipu." (Al-Jawab al-Kaafi: 24) .

Adapaun perintah husnudzon akan dijabarkan seperti berikut ini:
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sufyan, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, aku mendengar beliau bersabda : “ Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (Q.S. al-Anfal 24)

Dalam implementasi kehidupan kita di kampus, husnudzon menjadi sangat penting, contohnya dalam kegiatan di bangku kuliah. Jika kita mampu husnudzon terhadap dosen-dosen, inshaAllah proses menyerap pelajaran akan menjadi lebih mudah karena tidak terfikir untuk menjelek-jelekkan dosen, membuat dugaan – dugaan yang tak berdasar, apalagi sampai merendahkan dan menganggap remeh dosen. Selain itu dalam kegiatan berorganisasi, adakalanya kita harus husnudzon terhadap pemimpin-pemimpin kita di organisasi, karena sama-sama kita ketahui kebijakan yang dibuat oleh pemimpin-pemimpin yang soleh tidak akan menjerumuskan kita ke perbuatan-perbuatan dosa melainkan seharusnya kita dukung secara penuh, begitu juga bersikap husnuzon terhadap mentor-mentor atau murobbi-murobbi kita, inshaAllah mereka semua memiliki harapan dan cita-cita mulia untuk kita semua yang ingin mereka realisasikan.


Wallohua’lam..

Senin, 18 Januari 2016

Indonesia menangis tetapi masih optimis

Berbicara indonesia tidak akan ada habisnya. Negeri yang kaya raya di bangun di atas surga dunia yg membentang baik daratan ataupun lautan. Bangsa yg dibangun dengan darah perjuangan, mempertahankan kehormatan bukan kemunafikan. Di sini saya ingin beropini mengenai kondisi Indonesia tercinta yang memprihatinkan namun tetap memiliki harapan. Sejak era reformasi dari orde baru negara ini mengalami banyak peristiwa, peristiwa yang menyebabkan kegaduhan politik. Kontroversi kebijakan presiden-presiden dan jajarannya dalam rentan era reformasi hingga saat ini menimbulkan efek negatif bagi 200 juta lebih rakyat Indonesia. Saya tidak ingin membahas satu persatu kontroversi kebijakan karena saya merasa belum memiliki kompetensi untuk mengupas tuntas kontroversi kebijakan-kebijakan tersebut. Saya hanya ingin menyampaikan efek sampingnya saja menurut kacamata saya pribadi (read:subjektif). Pertama adalah efek terhadap kemiskinan, bangsa ini menurut saya masih jauh dari predikat sejahtera. Tidak usah jauh-jauh menengok ke papua, tepi kali ciliwung, pinggiran depok, tepi bekasi, kabupaten bogor yang notabennya dekat dengan ibu kota masih sangat mudah kita menjumpai kemiskinan. Belum lagi kasus busung lapar di indonesia bagian timur sana yang membuat hati miris, padahal indonesia sempat menjadi negara swasembada pangan di era pak harto. Padahal indonesia kaya sumberdaya alam (mineral, minyak, gas) tapi sayang dikelola bule-bule rakus dan 'tikus pengkianat'. Ke-dua adalah efek terhadap pendidikan, jumlah fasilitas pendidikan dengan jumlah rakyat indonesia menurut saya sangat tidak proporsional. Banyak sekali permasalahan pendidikan yg membuat saya geli, kurikulum yg galau, bangunan sekolah roboh, akses ke sekolah sulit, gaji guru tidak manusiawi, biaya sekolah mahal, dll. Meskipun anggaran pendidikan cukup besar (20% dari APBN) tetapi faktanya masalah-masalah sepele masih terjadi di lapangan. Ironis memang, tapi itu adalah kenyataan, padahal kita sama-sama tau bahwa kualitas pendidikan menentukan masa depan bangsa ini. Ternyata 70 tahun merdeka negeri yang besar ini masih berkutat dengan masalah-masalah sepele dalam dunia pendidikan. Yang ke-tiga adalah kemajuan teknologi. Indonesia sangat tertinggal dalam pengembangan dan inovasi teknologi di bandingkan negra tetangga (malaysia, singapura, dll). Hal ini disebabkan oleh masalah sepele juga, tidak adanya fasilitas yg memadai (contoh: laboratorium) dan kurang seriusnya pemerintah mendukung inovasi teknologi anak bangsa. Tengok saja, proyek pesawat terbang, drone, mobil listrik, ALUSISTA yang mandek dan akhirnya ditikung bangsa lain. Memalukan?ya, memang memalukan. Ide putra/i terbaik bangsa namun menjadi karya di negeri orang. Yang terakhir adalah krisis kepemimpinan, menurut saya sulit rasanya menemukan pemimpin bangsa ini yang jujur, ikhlas, dan benar-benar serius memimpin bangsa ini. Kalaupun ada, mesti ada saja yang menjegal kepemimpinannya sehingga tamat di tengah jalan. Pemimpin yg korupsi, tidak pro-rakyat, menjual aset negara, boneka amerika, ada saja kasus yang melekat pada masa baktinya. Kegaduhan politik yg selama ini terjadi membuat orang-orang jahat yang memiliki kepentingan tertentu rela melakukan segala cara untuk memperalat bangsa ini, dan mereka para kacung-kacung asing dan aseng akan terus menjadi pengkhianat bangsa ini tanpa ada sedikitpun rasa bersalah. Ketika bangsa indonesia dipimpin oleh pemimpin2 yg jujur, ikhlas, prorakyat, dan didukung oleh pendidikan yang maju dan merata serta serius dalam pengembangan dan aplikasi teknologi, rasanya Indonesia emas bukan lagi menjadi slogan semata melainkan menjadi kenyataan.
"Jatuh dan tersungkur
Menggoreskan luka jiwa dan raga
Bersumpah untuk mengabdi
Di atas bumi ibu pertiwi"